Sepi Datang

Kenapa sepi mengetuk-ngetuk pintuku?
Padahal aku kan sudah bilang padamu untuk pergi jauh-jauh
Aku sudah tidak mau lagi denganmu

Tapi kok sepi ngotot terus mengetuk-ngetuk pintu?
Coba dengar! Dari persembunyianku, aku dengar sepi berjalan merambati tembok. Menabrak-nabrak pot dan menginjak-injak rumput
Dengar! Sekarang dia mengetuk-ngetuk jendelaku!

Duh… jangan-jangan dia bisa menemukan aku! Dia punya penciuman yang tajam! Yang bisa mengendus bauku dari jarak yang cukup jauh.
Duh… kemana aku harus lari? Sudah tidak mungkin! Itu malah akan memudahkan dia untuk mencariku!

Waduh… aku sudah kerutkan badanku sekecil mungkin hingga masuk dalam peti di pojok kamar…Duh… sepi semakin keras mengetuk-ngetuk jendela. Apa dia bisa dengar debur jantungku ya?

Duh….kemana aku mesti sembunyi?
Aku takut !!!!

Published in: on June 19, 2009 at 5:42 pm  Leave a Comment  
Tags: , ,

Aku Rindu Danar

Kau bukan Danar tapi kau buat aku ingat dia
Mendengarmu bicara, melihatmu bergerak
Kau membangkitkan roh yang telah lama hilang

Sungguh aku terkena ilusi
Danar yang hilang tiba-tiba ada di depanku
Dia yang mengajarkanku emosi tanpa amarah
Dia yang menyayangiku tanpa sentuhan
Dia yang menjadi pijar saat aku tertambat laknat

Danar, dimana kau?
Apa mesti aku selalu rindukan kamu
dan mesti aku kais-kais dari yang lain?

Semarang, 18 November 2006
Kepada Danar,
Perempuan jiwaku

Published in: on June 19, 2009 at 5:31 pm  Leave a Comment  
Tags: , ,

Hai Nak…

Hai nak… Kamu dengarkah? Ada suara-suara indah disana! Denting piano, tiupan trompet, gesekan biola, dan lain-lainnya!

Ayo kita cari, nak darimana suara-suara indah itu berasal. Mungkin kita bisa lihat para pemainnya dan bisa kita dengar lebih sempurna suara-suara indah itu dari dekat. Bahkan, mungkin kita bisa ikut menari dan bernyanyi!

Ayo nak! pegang erat tangan aku
kita berlari menuju suara-suara indah itu. Jangan pedulikan jalanan berkelok dan berbatu, atau sungai yang mungkin menghambat kita. Cukup pegang dan jangan lepaskan tanganmu dariku, nak. Agar kita bisa sampai segera kesana.

Berdua kita berlari hanya aku dan kamu, nak.

Published in: on June 19, 2009 at 5:14 am  Leave a Comment  
Tags:
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.