Jakarta Malam

Satu dini hari, Jakarta masih hiruk pikuk
Demikian pula aku
Hiruk pikuk dengan banyak pikiran yang berseliweran
Yang membuat aku banyak cemas
Cemas akan kamu …

Malam ini aku berusaha menemukanmu
Menemukan kamu yang tidak terbaca oleh detik waktu yang terlewat

Aku mencoba membaca gerak matamu
Tetapi aku tidak bisa mendefinisikannya
Mungkin memang kamu tidak terdefinisikan?
Karena terminologi bukan untuk kamu?

***

Aku hanya tahu bahwa Jakarta malam kadang-kadang adalah sepenuhnya milikmu
Saat kamu banyak habiskan waktu untuk mencari penggalan kalimat

Jakarta malam yang tidak pernah sepi
Bahkan untuk matamu yang sudah penat

Ingin aku gantikan kamu
Agar sempat kamu nikmati jakarta dalam senyap
Tidur kamu tidak pernah lelap …

October 14th, 2005 at 10:03 am and tagged , , , ,
Published in: on October 2, 2009 at 6:13 am Leave a Comment
Tags:

Menunggumu

Pintu ku tertutup tapi tidak terkunci, aku menunggumu mengetuk

Pintu ku buka sedikit agar kau tahu aku menunggumu, tapi kau belum mampir mengetuk

Pintu ku buka lebar-lebar, agar segera aku tahu kedatanganmu, tapi kau belum mampir juga. Padahal, hatiku sudah melonjak-lonjak dari tadi, ingin segera meraihmu. Tetapi terpaksa aku pendam

Mataku belum lelah menatap jalan di depanku. Hanya barangkali, aku tak usah menunggumu?

Published in: on at 6:09 am Leave a Comment
Tags:

Ibu-ibuku

Ibuku dan calon ibuku, dua perempuan yang hidup dalam satu nafas yang sama. Berbekal cinta yang mereka serahkan pada hidup hingga terlahir 3 anak dari masing-masing rahimnya. Masing-masing satu lelaki dan dua perempuan.

Perempuan pertama mereka, adalah kasih sayang yang terbanggakan. Lelaki pertama mereka, adalah setumpuk harapan dan segenap cinta yang terpaut pada suami-suaminya. Perempuan terakhir mereka, adalah bakal yang akan menutup semua gerak perjalanan mereka.

Tiba-tiba aku ingat film tentang 3 perempuan dari 3 masa yang berbeda. Tentang waktu. Hidup dengan zaman dan peradaban yang berbeda. Tetapi, kenapa mereka mengalami kegelisahan yang sama? padahal mestinya kematian menyisakan perubahan. Hidup dalam semangat zaman yang berbeda, tetapi kenapa mesti mengalami hidup yang menyesakkan? padahal mereka adalah manusia yang terlahir bebas?

Ibuku dan calon ibuku. Kenapa mereka mendapatkan lelaki yang tidak mensyukuri kehadiran mereka? Sebentar lagi, akan ada kehidupan baru diantara mereka. Semoga mereka tidak melihat lagi kekecewaan dan luka yang pernah mereka alami. Semoga mereka tidak perlu lagi menangis di malam-malam buta, dan menyerukan doa dalam kepedihan yang sangat menghimpit mereka.

Perempuan terakhir, semoga menjadi pembebas bagi lelahnya jiwa ibuku dan calon ibuku. Semoga.

September 19th, 2005 at 9:03 am and tagged anak, cinta, ibu, kegelisahan, pembebas, perempuan

Published in: on September 9, 2009 at 4:17 pm Leave a Comment
Tags:

Syair Waktu Sepuluh

Pada hitungan satu hingga sepuluh, kau muncul saat hitungan terakhir
Kau genggam syair waktu yang tercecer pada satu hingga sepuluh untuk ku
Sepuluh jari mu dalam satu genggaman. Itu yang penting
Ada janjimu diantara syair waktu yang kau kembalikan untuk ku
maka, aku ikrarkan padamu pada sepuluh terakhirku

August 19th, 2005 at 7:40 am and tagged , , , ,
Published in: on August 9, 2009 at 5:44 pm Leave a Comment
Tags:

Dua Bumi, Dua Tuhan, Satukah?

Dua bumi pada dua Tuhan. Maka masing-masing punya aturan. Satu-satunya jembatan hanya ada untuk mencapai surga, dengan persimpangan neraka. Hingga saat ini tidak ada jembatan. Bahkan titian sekalipun untuk dua bumi pada dua Tuhan tersebut.

Maka, jika aku harus menggemakan suaraku, akankah bergaung? Sebab udara pun sepertinya enggan bertemu. Udara yang universal. Dimiliki oleh semua bumi pada semua Tuhan.

Aku dengan Tuhanku dan Kamu dengan Tuhanmu. Kita berjabat untuk satu?

August 9th, 2005 at 6:49 am and tagged , , , , ,
Published in: on at 5:38 pm Leave a Comment
Tags:

Pada Satu Hari Lagi

Ada banyak impian. Ada banyak khayal. Pada satu hari lagi.
Harus membentangkan jalan baru. Menapakkan batu satu persatu. Pada banyak hari ke depan. Buka pandang pada padang hidup baru. Aku berdiri bersangkur tangguh.

Ada doa. Ada sesal. Pada satu hari lagi. Ada hikmah di belakang. Ada harap di muka. Pada banyak hari ke depan. Puji ku Tuhan, masih juga beriring dengan Doa.

Hidup dimulai. Besok. Jam 10.00. 27 Juli 2005.

July 26th, 2005 at 7:46 am and tagged , , , , , , , , ,
Published in: on July 14, 2009 at 8:20 am Leave a Comment
Tags:

Perjumpaan

Tadi pagi, aku bangun dari mimpi aneh yang tidak aku mengerti. Aku mimpi bertemu Tuhan yang menjelma melalui wajah perempuan.

Ia bertanya padaku, kenapa syukur menjadi kata yang sulit terucap dibanding doa yang meminta? bukankah manusia sudah aku beri kesempurnaan yang hakiki?

Aku tergagap mendapat pertanyaan seperti itu. Sehingga aku terbangun dari tidur ku yang kelewat lelap. jam 7.30. dan lagi-lagi aku kehilangan waktu ibadah pagi ku.

July 20th, 2005 at 9:11 pm and tagged , , , , , ,

Published in: on at 8:14 am Leave a Comment
Tags:

Kawan Malam

Saat langit hitam, pangeran kegelapan mendatangi ku. Ia bertanya “Apakah kamu membutuhkan cinta?”

Aku jawab dengan sedih “Aku sedang tidak butuh cinta. Sebab aku sedang kehilangan cinta”.

Raksasa malam telah membawa cinta melintas pulau. Ia hinggapkan cinta di pucuk pohon di sana.

Sedang aku menatap hitam di atasku.

July 6th, 2005 at 9:53 pm and tagged cinta, kawan malam, langit hitam, pangeran kegelapan, raksasa malam

Published in: on at 8:04 am Leave a Comment
Tags:

Pelabuhan di Pelabuhan Ratu

Begitu sampai di terminal bus Pelabuhan Ratu, aku sempatkan mengunjungi ‘pelabuhan’ sesungguhnya. Pelabuhan kapal-kapal nelayan, penangkap ikan.

Plbhn Ratu1

Plbhn Ratu

P1010008

P1010009

P1010015

P1010014

P1010013

P1010011

Pantai Karang Hawu

Dalam bahasa Sunda yang aku mengerti, hawu artinya abu, sisa pembakaran. Karang Hawu diartikan seperti batu-batu sisa pembakaran yang berwarna hitam akibat pembakaran. Lokasi Karang Hawu di Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat.

Kr hawu4

Kr hawu

karang2

karang1

Karang