Satu dini hari, Jakarta masih hiruk pikuk
Demikian pula aku
Hiruk pikuk dengan banyak pikiran yang berseliweran
Yang membuat aku banyak cemas
Cemas akan kamu …
Malam ini aku berusaha menemukanmu
Menemukan kamu yang tidak terbaca oleh detik waktu yang terlewat
Aku mencoba membaca gerak matamu
Tetapi aku tidak bisa mendefinisikannya
Mungkin memang kamu tidak terdefinisikan?
Karena terminologi bukan untuk kamu?
***
Aku hanya tahu bahwa Jakarta malam kadang-kadang adalah sepenuhnya milikmu
Saat kamu banyak habiskan waktu untuk mencari penggalan kalimat
Jakarta malam yang tidak pernah sepi
Bahkan untuk matamu yang sudah penat
Ingin aku gantikan kamu
Agar sempat kamu nikmati jakarta dalam senyap
Tidur kamu tidak pernah lelap …












